Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rumus Archimedes dan Gaya Tolak Balik Kerusakan Lingkungan Terhadap Kita

Rabu | Desember 08, 2021 WIB Last Updated 2021-12-08T01:25:58Z
Rumus Archimedes  dan Gaya Tolak Balik Kerusakan Lingkungan  Terhadap Kita


Hukum Archimedes adalah F = ρ.V.g. Arti dari hukum tersebut adalah suatu benda yang dicelupkan kedalam zat cair akan mengalami gaya keatas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut. 


Di dalam kerusakan Ekologis sebenarnya mengandung Variabel dari Rumus yang telah di temukan sebelum Nabi Isa As lahir tersebut Ada Variabel yang terkait dalam Tata Kelola lingkungan yang buruk. Itu artinya gaya tolak balik lingkungan akan sesuai dengan apa yang telah  mereka rusak.  Apabila Lingkungan telah rusak maka,  gaya tolak balik lingkungan terhadap kita akan semakin  menimbulkan  daya kerusakan yang sama. 


Beberapa sampel/contoh


Kita ambil contoh  di Borneo. Dua minggu lalu dalam memasuki pergantian tahun menuju 2022. Sebanyak 12.000 lebih warga yang tinggal di Das Sungai Kapuas yang terbentang sepanjang 159 Km dan bermuara ke Laut China Selatan meluluhlantakan  38.000 warga yang terdampak, dengan ketinggian  air sedalam 0.5 sampai  3 meter lebih. Peristiwa itu terjadi di wilayah paru paru Dunia nomor dua setelah sungai Amazon di belahan Amerika Selatan.


Lalu,  di Indonesia bagian timur tepatnya di Lombok surganya para Wisatawan asal Ausiie. Juga terjadi hal yang sama. Tepatnya di Kecamatan Gunung Sari Desa Ranjok NTB. Air setinggi  3 meter  dengan derasnya sukses menyapu jembatan dan derai air mata warga nya. Evakuasi pun menemui jalan sulit. Karena ketika  warga akan di ungsikan ke pesisir, telah terjadi hal yang buruk  juga, yaitu banjir Rob. 


Dua kasus yang berbeda namun dalam konteks yang sama.  Jika  di Kalimantan daerah serapan airnya banyak yang berubah fungsi menjadi pertambangan sehingga daya penyerapan (absorsi) tanah terhadap air menipis dan dilengkapi  dengan penebangan  liar yang bertujuan  guna membuka perkebunan sawit akan sangat absolut menimbulkan efek gaya tolak balik  jika di kaitkan dengan rumus Archimedes.


Rumus Archimedes  dan Gaya Tolak Balik Kerusakan Lingkungan  Terhadap Kita


Begitu juga dengan  Lombok. Pariwisata yang memang menggerakan roda ekonomi penduduknya tak mengenal  kata "lestari ". Semua lahan yang yang dianggap "Profitable" mereka eksploitasi  tanpa mempertimbangkan  aspek alam dan fungsinya.  Maka benar saja, efek gaya tolak balik alam dalam bentuk bencana sungguh terjadi. Ribuan warganya mengungsi dan beberapa jembatan putus. Di susul kemudian  bahan pokok  langka dan korban jiwa menyusul saling bersahutan. 


Sungguh sebenarnya apa yang kita perbuat  akan menghasilkan  imbalan yang sesuai.  Bencana yang siap menerkam adalah wujud dari apa yang telah kita perbuat.  Tak ada lagi untuk bernegoisasi dengan para kaim Kleptokrasi  yang kita lebih  mengenalnya dengan istilah  Oligarki. 


Kesimpulan


Hal diatas menyimpulkan bahwa,  jika kita jaga alam,  maka alam akan jaga kita. Dan semoga  jurnal ilmiah  ini menjadi bahan rujukan  agar kita lebih care terhadap Ciptaan NYA. bukan cenderung merusaknya. 


Penulis: Direktur Kajian Strategis dari #bambufoundation , Dedi Kurniawan, S.Sos